Presidential Intruction on Gender (.ppt file)

4 Oct

Download .ppt file here:  Presidential Intruction on Gender

Mengenal Anggaran Responsif Gender

7 Sep

(Oleh Orinton Purba)

Alokasi anggaran menunjukkan apa yang menjadi skala prioritas pemerintah, kemudian dari alokasi anggaran juga dapat diketahui seberapa besar perhatian pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin maupun kelompok marginal, khususnya perempuan. Asumsi bahwa anggaran diperuntukkan bagi masyarakat secara umum, pasti di dalamnya terdapat laki-laki dan perempuan. Hal ini seringkali menjadi alasan pembenaran pemerintah untuk tidak memberikan perhatian khusus untuk kelompok-kelompok miskin dan minoritas. Padahal meskipun alokasi anggaran itu diberikan kepada semua orang, namun belum tentu dinikmati dengan kapasitas yang setara dan berdampak yang sama bagi semua orang. Faktanya, dampak yang dirasakan perempuan dan laki-laki  dari kebijakan anggaran berbeda, umumnya pihak perempuan dirugikan dengan kebijakan anggaran yang netral. Oleh sebab itu, alasan utama diperlukannya anggaran responsif gender dimaksudkan untuk memujudkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Continue reading

Mengenal Analisa Gender

7 Sep

MENGENAL ANALISA GENDER
(Oleh Orinton Purba)

Analisa gender adalah proses penganalisaan data dan informasi secara sistematis tentang kondisi laki-laki dan perempuan untuk mengidentifikasi dan mengungkapkan kedudukan, fungsi, peran dan tanggungjawab dalam proses pembangunan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi akses, partisipasi, kontrol dan manfaat (APKM). Analisis Gender dapat juga diartikan sebagai suatu analisa yang dapat digunakan oleh pembuat kebijakan, perencana untuk menilai kelayakan dan dampak kebijakan yang berbeda bagi perempuan dan laki-laki atas program dan/atau peraturan yang diusulkan dan dilaksanakan. Analisa gender mengakui bahwa realitas kehidupan perempuan serta laki-laki adalah berbeda, sedangkan kesempatan yang sama tidak harus berarti menghasilkan hasil yang sama. Analisa gender timbul dari keperluan untuk menjadikan pengalaman, perhatian, sebagai perempuan dan sebagai laki-laki ke dalam arusutama. Analisa gender mengidentifikasi isu-isu gender yang disebabkan karena adanya perbedaan-perbedaan peran serta hubungan sosial antara perempuan dan laki-laki.  Karena perbedaan-perbedaan ini bukan hanya menyebabkan adanya pembedaan diantara keduanya dalam pengalaman, kebutuhan, pengetahuan, perhatian, tetapi juga berimplikasi pada perbedaan antara keduanya dalam memperoleh akses dan manfaat dari pembangunan, berpartisipasi dalam pembangunan serta memperoleh manfaat yang adil dari hasil pembangunan.

Continue reading

Konsep dan Teori Gender

7 Sep

KONSEP DAN TEORI GENDER

(Oleh Orinton Purba)

Konsep Gender dan Seks

Gender berasal dari bahasa latin “genus”, berarti tipe atau jenis. Gender merupakan ciri-ciri peran dan tanggung jawab yang dibebankan pada perempuan dan laki-laki, yang ditentukan secara sosial dan bukan berasal dari pemberian Tuhan atau kodrat. Konsep gender adalah hasil konstruksi sosial yang diciptakan oleh manusia, yang sifatnya tidak tetap, berubah-ubah serta dapat dialihkan dan dipertukarkan menurut waktu, tempat dan budaya setempat dari satu jenis kelamin kepada jenis kelamin lainnya. Konsep gender juga termasuk karakteristik atau ciri-ciri laki-laki dan perempuan yang diciptakan oleh keluarga dan atau masyarakat, yang dipengaruhi oleh budaya dan interpretasi agama. Misalnya, secara umum, pekerjaan memasak, mengurus anak, mencuci selalu disebutkan hanya sebagai pekerjaan perempuan. Pandangan seperti ini merupakan ciptaan masyarakat dari budaya tertentu, padahal pekerjaan tersebut dapat juga dipertukarkan dengan laki-laki atau dapat dikerjakan oleh laki-laki. Namun pandangan ini bisa saja berbeda dari satu budaya dengan budaya yang lain.  Karakteristik atau ciri-ciri ini menciptakan pembedaan antara laki-laki dan perempuan yang disebut pembedaan gender. Ini sering mengakibatkan peran sosial yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Peran ini dipelajari dan berubah-ubah dari waktu ke waktu dan dari suatu tempat ke tempat lain. Peran sosial atau yang sering disebut peran gender ini berpengaruh terhadap pola relasi kuasa antara perempuan dan laki-laki yang sering disebut sebagai relasi gender.

Continue reading

Penerapan Pendekatan ROCCIPI

4 Sep

LAPORAN PENELITIAN RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG PENANAMAN MODAL ASING

Model Penelitian Penerapan ROCCIPI Disajikan dalam  Workshop Legal Drafting DPRD Hotel Ibis, 20-22 Agustus 2007
Disarikan oleh:
Orinton Purba, SS, SH.

Diambil dari:
Materi Laporan Penelitian Legislative Drafting Workshop
Diselenggarakan oleh ELLIPS PROJECT
Hotel Intercontinental MidPlaza Jakarta, 8-19 Juli 2002
BAGIAN-1: PENDAHULUAN

PERMASALAHAN BKPM

Peranan Modal Asing merupakan salah satu usaha pemerintah untuk memperoleh modal dalam rangka menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Di satu pihak penanaman modal asing dapat mematikan usaha local, melakukan transfer pricing bahkan melakukan eksploitasi, menimbulkan kesenjangan sosial dan juga dapat mengganggu kelestarian lingkungan dan sumber daya alam.

Continue reading

Kekerasan Dalam Rumah Tangga

4 Sep

TINDAK KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DI INDONESIA

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian serius dari gerakan hak-hak asasi perempuan sejak era reformasi hingga kini adalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) khususnya kekerasan yang dilakukan suami terhadap isteri dan oleh orang tua terhadap anak. Pada masa itu, kasus-kasus KDRT sulit untuk diselesaikan secara hukum. Hukum Pidana Indonesia tidak mengenal KDRT, bahkan kata-kata kekerasan pun tidak ditemukan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), sehingga kasus-kasus pemukulan suami terhadap isteri atau orang tua terhadap anak diselesaikan dengan menggunakan pasal tentang penganiayaan,[1] yang kemudian sangat sulit terpenuhi unsur-unsur pembuktiannya, sehingga kasus yang diadukan sering tidak lagi ditindaklanjuti.[2] Continue reading

Kelembagaan PUG di Indonesia

1 Sep

KELEMBAGAAN PENGARUSUTAMAAN GENDER DALAM PEMBANGUNAN DI INDONESIA

by: Orinton Purba

1.         Berdasarkan Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender, Kementerian Pemberdayaan Perempuan, yang sekarang ini namanya berubah menjadi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan mempunyai tugas khusus yaitu memberikan bantuan teknis kepada instansi dan lembaga pemerintahan di tingkat Pusat dan Daerah dalam pelaksanaan pengarusutamaan gender dan Melaporkan hasil pelaksanaan pengarusutamaan gender kepada Presiden.

Continue reading